Sederhana

Mudah dipahami siswa dan orangtua murid, sehingga akan mengurangi kebutuhan guru dan biaya. Dengan target jumlah mata ajaran yang dipelajari siswa tidak lebih dari 5-6 mata ajaran per minggu dengan tahapan yang tidak terlalu panjang. Contoh dalam satu semester dipelajari fiqih dan tauhid, maka tengah semester pertama belajar tauhid dan tengah semester berikutnya belajar fiqh.

Dengan kesederhanaan orang tua akan dengan mudah ikut terlibat dalam proses pendidikan, bahkan medidik anaknya sendiri jika kondisi tidak memungkinkan bagi mereka untuk memasukkan anaknya ke sekolah, dan tidak hanya orangtua dapat membentuk home schooling sendiri dirumah, mereka bisa membuat home pesantren di rumah-rumah mereka.

Implementasi :

  1. Meminimumkan dan menyederhanakan administrasi sekolah dan pendidikan yang perlu dipegang guru tanpa mengurangi pengukuran

  2. Meminimumkan jumlah pelajaran

  3. Membuat tujuan yang jelas di tiap bab dan tiap semester dari tiap mapel sehingga guru dan orangtua dapat mudah memantau keberhasilan pendidikan

  4. Pemahaman dan Penyederhanaan bertingkat

    1. Siswa hanya memahami belajar 5 mapel

    2. Wali murid memahami 5 mapel dan modulnya

    3. Guru memahami silabusnya

    4. Yayasan dan sekolah memahami mapel, turunan (modul), silabus, dan 5 faktor lain penentu keberhasilan pendidikan