Al Quran

Sebagai Kalamullah dan sumber utama hukum Islam, kami ingin membentuk karakter siswa yang cinta dengan Al Quran, dan memiliki karakter yang sesuai dengan karakter orang beriman sebagaimana firman Allah :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang apabila disebutkan nama Allah maka bergetarlah hati mereka. Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka bertambahlah keimanan mereka. Dan mereka hanya bertawakal kepada Rabb mereka.” (QS. Al-Anfal: 2)

dan untuk itu yang dituntut dari ilmu Al Quran ini tidak hanya mampu membaca dan menghafalnya, karena banyak yang membaca dan menghafal Al Quran namun hanya sampai kerongkongannya. :

إِنَّ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا قَوْمًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ

Sesungguhnya di belakang orang ini akan muncul suatu kaum yang rajin membaca al-Qur’an namun tidak melampaui pangkal tenggorokan mereka….. (HR Bukhari dan Muslim)

Dan bukan pula menangis karena bacaanya yang Indah tersedu sedu tetapi karena memahami artinya, sehingga dapat mengamalkan isinya, sebagaimana perkataan Ibnu Abbas h:

Orang-orang munafik itu tidak pernah sedikit pun meresap dzikir kepada Allah ke dalam hatinya pada saat mereka melakukan amal-amal yang diwajibkan-Nya. Mereka sama sekali tidak mengimani ayat-ayat Allah. Mereka juga tidak bertawakal [kepada Allah]. Mereka tidak mengerjakan sholat apabila dalam keadaan tidak bersama orang. Mereka pun tidak menunaikan zakat dari harta-harta mereka. Oleh sebab itulah Allah mengabarkan bahwasanya mereka itu memang bukan termasuk golongan orang-orang yang beriman.” (lihat Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [4/11])

dan juga perkataan Ibnu Taimiyah yang telah lalu. Sehingga untuk membentuk penuntut ilmu yang tidak hanya membaca Alquran dengan benar dan menghafalkannya tetapi juga memahaminya. Oleh Karena itu Pendidikan Al Quran di Imam Nawawi Islamic School tidak bertujuan untuk berbanga-bangga dengan banyaknya hafalan, namun begaimana kami berupaya untuk membimbing siswa untuk mengamalkan Al Quran sebagaimana tujuan Al Quran diturunkan yaitu  Sebagai Penerang, Pemberi Petunjuk, bagi orang-orang yang berakal.
Pembelajaran Imam Nawawi Islamic School meliputi.

  1. Adab : Siswa diajarkan untuk membaca Al Quran dengan adabnya, mulai dari berwudhu, diam dan mendengarkan ketika ada yang membaca Al Quran, dan tidak menjadikan Al Quran kalamullah sebagai bahan Olok-olokan/bercandaan. karena dengan adab kita berharap keberkahan Al Quran.
  2. Tahfidz : Pembiasaan menghafal dan memurojaah Kitabullah pada masa keemasan siswa. Banyak faidah yang dapat diperoleh dengan menghafal Al Quran diantaranya kedudukan seseorang di syurga tergantung banyaknya hafalan dan keberkahan menghafal Al Quran akan memudahkan anak dalam menghafal mapel lain dikemudian hari. Target kami adalah 3 Juz pada 3 tahun pertama. kemudian mengajarkan anak untuk terbiasa memurajaahnya dan menambahnya sesuai tingkat kemampuan siswa. Alhamdulillah dari sisi tahfidz siswa INIS banyak yang mencapai target 1 Juz pertahun.
  3. Tajwid : Pelajaran cara membaca Al Quran dengan tartil, dengan fokus pada perbaikan makhraj, sifat huruf, dan panjang pendek yang merusak arti.
  4. Qiroah dan terjemah : menamatkan membaca Al Quran beserta artinya dalam tiga tahun beserta penjelasan kata kata sulit dan kata kata mutasyabihat, serta dengan memahami maknanya siswa diajarkan untuk berusaha khusuk dan meresapi bacaan Al Quran.