4. Hanya 5 Mapel

5 MATA PELAJARAN KURIKULUM MODULAR

  1. Latar Belakang Hanya 5 Mapel :

Penerapan sistem half day school, kami ingin siswa di masa kanak-kanak mereka tidak menghabiskan waktu hanya di sekolah, namun juga di rumah dan lingkungannya. Sehingga siswa pulang sekolah maksimum jam 13.30 jika masuk jam 07.30. jadi jam sekolah adalah 6 jam, dikurangi waktu istirahat satu jam, maka jam belajar siswa hanya 5 jam.

Amal yang terbaik adalah sedikit tapi sering lebih baik termasuk dalam pendidikan. Sebagaimana diriwayatkan dari ’Aisyah s, beliau mengatakan bahwa Rasulullah n bersabda :

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR Muslim).

Dan juga sabda beliaun :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دُووِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ

Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu walaupun sedikit.” (HR Muslim).

Oleh karena itu dalam pendidikan yang kami selenggarakan setiap mapel yang ada harus diajarkan setiap hari

Anak anak memiliki kemampuan fokus dalam belajar lebih sedikit. Sebuah penelitian menunjukkan Hanya 15 menit konsentrasi penuh. Sehingga dengan memperhitungkan jam penyampaian guru, penyesuaian gaya belajar siswa, mencegah kejenuhan dan membuat tugas, maka satu mapel hanya bisa dilakukan maksimal dalam waktu satu jam.

Membentuk karakter anak yang sabar dalam belajar.

Sebagaimana sabda Rosulullah n :

يَا عَبْدَ اللَّهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ

Wahai ‘Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia biasa mengerjakan shalat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.

Mencegah kejenuhan, jika pelajaran terlalu panjang waktunya (misal hanya dibuat 4 mapel)

وَلِكُلِّ عَمِلٍ شِرَّةٌ ، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ ، فَمَنْ يَكُنْ فَتْرَتُهُ إِلَى السُّنَّةِ ، فَقَدِ اهْتَدَى ، وَمَنْ يَكُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ ، فَقَدْ ضَلَّ

”Setiap amal itu pasti ada masa semangatnya. Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya). Barangsiapa yang kemalasannya masih dalam sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barangsiapa yang keluar dari petunjuk tersebut, sungguh dia telah menyimpang.”

Mapel mapel tersebut kita bagi menjadi dua kategori utama yaitu ilmu Diniyah atau agama dan Ilmu Umum atau ilmu keduniaan.

  1. Pemilihan Mapel

Berdasarkan hasil pengamatan kami ilmu terbagi menjadi 3 kelompok utama yaitu , ilmu bahasa, ilmu eksak, dan ilmu sosial.

  1. Ilmu Bahasa

Bahasa merupakan alat komunikasi dan memiliki tiga fungsi utama yaitu :

1) Pertama : sebagai gerbang ilmu pengetahuan dan informasi. Mulai dari kemampuan mendengar dan memami perkatan orang dan guru, kemampuan menulis catatan agar dapat dipelajari kembali, dan kemampuan memahami informasi dengan benar. Kemampuan setiap orang berbeda dalam menyerap informasi yang diterima demikian pula dalam kecepatan memahaminya, dengan pendidikan dan pembiasaan kemampuan ini akan meningkat.

2) Kedua : sebagai gerbang pembelajaran adab dan akhlak, dan tolak ukur budi pekerti manusia. Karena mumalah diantara manusia dilakukan dengan sarana bahasa, baik lisan maupun tulisan. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan ini. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar” [Al-Ahzab : 70-71]

Allah juga berfirman.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadirs” [Qaf : 16-18]

Dan sabda Rosulullah :

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam” (HR. Bukhori dan Muslim)

مَنْ يَضْمَنَّ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada di antara dua janggutnya (mulut-pent) dan dua kakinya, maka kuberikan kepadanya jaminan masuk surga” (HR. Bukhori)

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيْهَا يَهْوِى بِهَا فِي النَّارِأَبْعَدَمَا بَيْنَ الْمَسْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

“Sesungguhnya seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang tidak dipikirkan apa dampak-dampaknya akan membuatnya terjerumus ke dalam neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak timur dengan barat” (HR. Bukhori dan Muslim)

وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَ مَنَا خِرِهِِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ

“Bukankah tidak ada yang menjerumuskan orang ke dalam neraka selain buah lisannya ? (HR Muslim)

demikian pula budaya indonesia seperti dalam pepatah jawa :

Becike diri saka lathi

Kebaikan seseorang terlihat dari Perkataanya.

Oleh karena itu penggunaan Pembelajaran bahasa dalam penanaman adab, akhlak dan budi pekerti sangat tepat.

3) Ketiga : Gerbang dakwah dan amar ma’ruf nahi mungkar.

Kemampuan narasi, argumentasi, dan orasi sangat diperlukan dalam dakwah, demikian pula logical thinking dengan penyampaian yang mudah dipahami dan di dengar.

Dari sisi bahasa yang dipelajari kita di Indonesia sebagai negara berkembang dan bukan tempat turunya Al Quran memiliki tantangan tersendiri dibandingkan negara-negara maju persemakmuran inggris maupun negara turunnya Al Quran. Pendidikan di Indonesia terutama pendidikan Islam akan mengajarkan 4 bahasa yaitu :

1) Bahasa Ibu, atau bisa disebut juga sebagai bahasa daerah.

Bahasa daerah perlu dipelajari karena itu adalah bahasa yang digunakan di kehidupan sehari hari ketika berinteraksi dengan orang lain baik keluarga, teman atau masyarakat, ketidak mampuan berbahasa daerah yang baik akan menyulitkan siswa bersosialisasi dan penerimaan masyarakat pada mereka. Apalagi ketika nanti mereka berdakwah di kampung-kampung dan desa-desa. Allah berfirman :

لَقَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. Al Imran 164

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا فِيهِم مُّنذِرِينَ

dan sesungguhnya telah Kami utus pemberi-pemberi peringatan (rasul-rasul) di kalangan mereka. As Shofat 72

فَأَرْسَلْنَا فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata): “Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya). Al Mu’minun : 32

Allah mengutus rosul pada suatu kaum dari kalangan mereka sendiri yaitu berbicara dengan bahasa mereka, bermuamalah dengan adat istiadat mereka, dan mereka sudah mengenalnya kesehariannya, sifat, adab, dan akhlaknya. Maka seorang pendidikan bahasa keseharian mereka sangatlah penting, seandainya pun dai bukan orang asli daerah tersebut, minimal mereka dapat menyesuaikan bahasa dan adat/urf sekitar, agar masyarakat mudah menerima dakwah.

Hanya saja yang perlu dicermati pendidikan bahasa daerah ini jangan terlalu dalam karena akan menyibukkan mereka, fokus pada penggunaan bahasa dan adab, tanpa perlu terjun terlalu dalam pada sastra daerah, kecuali nanti ketika diperlukan contoh ketika menjadi dai menggunakan pepatah dan syair, dan nukilan yang baik dari sastra daerah untuk memudahkan penerimaan, sebagaimana para ulama terdahulu. Imam Syafi’i pernah berkata:

Aku tinggal di pedesaan selama dua puluh tahun. Aku pelajari syair-syair dan bahasa mereka. Aku menghafal Al Qur’an. Tidak pernah ada satu kata yang terlewatkan olehku, kecuali aku memahami maknanya”.

2) Bahasa nasional atau bahasa Indonesia

Dikota-kota besar, terutama jabodetabek dan di perumahan pemanfaatan bahasa daerah sudah semakin berkurang karena sebagian besar berasal dari daerah yang berbeda-beda (majemuk), sehingga dalam keseharian dan kehidupan rumah tangga bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia. Selain itu bahasa ini digunakan sebagai sumber awal dan dasar dalam menyerap ilmu di Indonesia. Oleh karena itu pembelajaran bahasa Indonesia mutlak diperlukan. Dan dakwah dengan bahasa Indonesia juga cukup diterima oleh masyarakat

3) Bahasa Islam

Alquran diturunkan dalam bahasa Arab, demikian pula nabi Muhammad berbahasa dengan bahasa arab, demikian pula sumber ilmu utama ummat islam dari kalangan ulama salaf baik yang arab maupun ajam menuangkan kitab-kitab mereka dalam bahasa arab.

إِنَّا أَنزلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS. Yusuf: 2)

Umar bin Khattab berkata: “Pelajarilah bahasa Arab sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian, (Iqtidho Shirotil Mustaqim).

Jika kaum muslimin dari awal sudah bisa bahasa arab akan makin sulit bagi musuh musuh Islam dari orang kafir maupun munafik untuk menipu kaum muslimin, karena masing-masing mereka mampu mengambil dari sumbernya langsung.

4) Bahasa Internasional

Yaitu Bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Prancis, Italia, terutama bahasa Inggris karena banyak literatur ilmu pengetahuan dan sosial masih ditulis dalam bahasa inggris. Maka mempelajari bahasa tersebut hukumnya fardhu kifayah dan sangat penting dalam rangka memajukan ummat.

Dari keempat bahasa tadi yang paling penting terutama di tingkat dasar adalah bahasa Indonesia, Bahasa Islam dan bahasa keseharian. Untuk INIS jabodetabek kami tidak mengajarkan bahasa daerah karena kemajemukan lingkungan dan siswa di lingkungannya sudah mencukupkan dengan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi sehari-hari. Sehingga kami mencukupkan dengan bahasa Indonesia dan Bahasa Arab. Sedangkan bahasa Inggris bisa dipelajari kembali di Pendidikan tingkat lanjut (SMP atau SMA)

  1. Ilmu eksak

Ilmu eksak sangat diperlukan baik untuk muamalah atau ketika mereka bekerja nantinya. Karena zaman sekarang bukan lagi zaman berburu dan meramu, dimana seseorang tidak perlu sekolah bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka kami memfokuskan pada pendidikan ilmu matematika dan pengetahuan Alam.

  1. Ilmu Sosial

Ilmu sosial lebih bersifat ke pengetahuan umum, jika siswa rajin membaca dan terbuka atas pengetahuan akan mudah baginya menguasai. Oleh karena itu berinisiatif dalam pembelajarannya tidak diperlukan mata pelajaran umum yang terpisah, namun dapat dimasukkan kedalam materi literasi dan bacaan di pendidikan bahasa Indonesia.

Jadi 5 mapel INIS Adalah :

  1. Al Quran
  2. Bahasa Arab
  3. Pendidikan Agama Islam
  4. Eksakta
  5. Bahasa Indonesia