Manfaat

Banyaknya ilmu yang kurang bermanfaat sehingga menyebabkan banyak mata ajaran yang harus dipelajari siswa. Kemudian hal ini berimbas pada dan berkurangnya waktu pengajaran ilmu-ilmu pokok yang sangat bermanfaat baik bagi dunia maupun agama mereka.

Pendidikan kita harus selalu berusaha mengajarkan ilmu yang bermanfaat. Sebagai perwujudan doa yang diucapkan seroang muslim yang dicontohkan oleh nabi yaitu kita memohon kepada Allah agar memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat dan berlindung kepada-Nya dari ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat.

اللّهُمَّ إِنِّي أَسأَلُكَ عِلمًا نَافِعًا وَ رِزقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon padamu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima” (Hadits Shahih. al-Humaidi (1/143) no. 299, Ahmad (6/322), Ibnu Majah no. 925)

اَلَّلهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَيَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسِ لاَ تَـشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يَسْـتَجَابُ لَهَا

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dari Ilmu yang tidak bermanfaat, dan hati yang tidak khusyu’, dan dari jiwa yang tidak pernah puas dan dari do’a yang tidak terkabulkan.” (Hadits Shahih. Muslim no. 2722 dan An Nasaa-i (8/260)

Ibnu Qayyim al-Jauziyah : “Barang siapa yang melalaikan pendidikan anaknya, yakni dengan tidak mengajarkan hal-hal yang bermanfaat, membiarkan mereka terlantar, maka sesungguhnya dia telah berbuat buruk yang teramat sangat”. Mayoritas anak yang jatuh dalam kerusakan tidak lain karena kesalahan orang tuanya dan tidak adanya perhatian terhadap anak-anak tersebut. Juga tidak mengajarkan kepada mereka kewajiban agama dan sunnah-sunnahnya, mereka terlantarkan anak semenjak kecil, sehingga mereka tidak dapat memberikan manfaat kepada diri sendiri dan orang tuanya manakala mereka telah tua

Layakkah bagi kita untuk mengajarkan ilmu-ilmu lain sementara ilmu din/agama yang dasar saja mereka belum mengerti?

sedangkan kita meyakini bahwa kemulian umat Islam adalah dari Islam

dan kita meyakini bahwa kita tidak mengetahui yang ghaib sehingga kita mengetahui kapan akhir hayat dari diri kita dan murid-murid kita.

Sedangkan waktu dan umur yang terbatas,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ada dua kenikmatan yang banyak dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang”. (Muttafaqun ‘alaih)

dan waktu ini dihabiskan untuk apa akan diminta pertanggungjawaban nantinya :

«لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ»

Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya” HR at-Tirmidzi (no. 2417)

juga dengan syair

الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك، ونفسك إن لم تشغلها بالحق وإلا شغلتك بالباطل

Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.”

Sehingga masa-masa keemasan anak jangan sampai dihabiskan untuk ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat.

Oleh karena itu hal utama dalam kurikulum modular INIS adalah berusaha mengajarkan terlebih dahulu pokok-pokok ajaran Islam yang akan menyelamatkan mereka dari adzab Allah dan meningkatkan kedudukan mereka di surga dan menjadi amal jariah ketika kita telah tiada di atas pelajaran-pelajaran umum.

Memberikan kurikulum yang benar-benar berasaskan manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat, sesuai dengan kebutuhan dan arah tujuan siswa dan orangtua.

Implementasi :

  1. Tidak ragu meninggalkan dan menghapus ilmu ilmu yang tidak dan kurang bermanfaat meskipun dengan risiko tidak bisa menjadi sekolah formal. Karena ilmu jauh lebih berharga dari selembar ijazah, apalagi di jenjang pendidikan dasar, dimana ijazah SD dan SMP hampir tidak terpakai kecuali ketika mendaftar ke jenjang berikutnya.

  2. Mengedepankan pemahaman dibanding hafalan

  3. Hanya ada 5 mapel

  4. Tidak ada hafalan materi olahraga, sains dan pengetahuan sosial

  5. Olahraga untuk sehat bukan untuk perlombaan

  6. Ujian dengan metode openbook dan materi yang dicantumkan dalam soal untuk materi sains dan sosial

  7. Tambahan kompetensi literasi untuk Bahasa Indonesia

  8. Pengajaran materi sains yang berbasis praktek

  9. Menghapus pelajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar karena manfaatnya tidak seurgent bahasa Indonesia dan Arab, dan masih banyak kesempatan yang lain.

  10. Berorientasi pada tujuan