Mandiri

Sebagaimana sudah umum diketahui kurikulum pendidikan di Indonesia berubah silih berganti seiiring dengan pergantian menteri pendidikan. Dan pergantian menteri ini bergantung pada presiden yang dipilih dengan pemilu, setiap presiden dan menteri pendidikan biasanya memiliki prioritas dan metode pencapaian yang berbeda, sehingga terjadilah apa yang sudah jamak terjadi di Indonesia, perubahan kurikulum yang terus menerus.

Dampak dari seringnya perubahan kurikulum ini tidak hanya membingungkan siswa namun juga guru-guru mereka, karena proses perubahan kurikulum mebutuhkan waktu dan training yang tidak singkat, sedangkan dari sisi materi pendidikan atau materi pelajaran sebenarnya sama saja. Untuk mengatasi hal ini, kami menilai perlunya kurikulum yang mandiri dan tidak bergantung secara penuh pada Kurikulum pemerintah. melainkan hanya mengambil substansi materi tiap pelajaran yang ingin ditanamkan pada siswa.

Keuntungan terbesar dari kurikulum mandiri adalah :

  1. integritas vertikal kurikulum dengan sekolah, siswa, dan lingkungan yang lebih baik. Karena berasal dari satu sumber.

    Dalam dunia industri, sudah jamak bahwa produk yang dihasilkan dari satu perusahaan akan lebih solid dibanding produk yang diambil dari market yang terstandarisasi

  2. memungkinnya berlaku perbaikan yang berkesinambungan (continues improvement).

    Karena integrasi antara PDCA yang dapat dilakukan on site.

  3. Kedua menghemat biaya pendidikan terutama dari sisi pengadaan buku pendidikan.

    Sudah jamak terjadi di Indonesia pada masa lau istilah lungsuran, yaitu adik menggunakan buku-buku yang dulu digunakan oleh kakaknya, namun hal itu sudah jarang ditemui lagi. Karena pergantian kurikulum yang terus menerus, walaupun esensi materinya sama saja. Contoh India yang dikenal dengan pendidikan yang murah dan berkualitas (University of Bangalore peringkat 30 sedunia sedangkan yang terbaik di Indonesia UGM peringkat 378) biaya menamatkan kuliah S1 hanya 4,5 juta sedangkan S2 hanya 7 juta rupiah saja. Dan jamak terjadi disana mahasiswa membeli buku-buku bekas (bahkan sudah tidak ada sampulnya) untuk belajar, karena materinya masih relevan, dan kurikulum yang tidak selalu berubah.

  4. Memudahkan guru-guru untuk lebih fokus pada memperdalam

    Sebagaimana sudah umum diketahui kurikulum pendidikan di Indonesia berubah silih berganti seiiring dengan pergantian menteri pendidikan. Dan pergantian menteri ini bergantung pada presiden yang dipilih dengan pemilu, setiap presiden dan menteri pendidikan biasanya memiliki prioritas dan metode pencapaian yang berbeda, sehingga terjadilah apa yang sudah jamak terjadi di Indonesia, perubahan kurikulum yang terus menerus.

    Dampak dari seringnya perubahan kurikulum ini tidak hanya membingungkan siswa namun juga guru-guru mereka, karena proses perubahan kurikulum mebutuhkan waktu dan training yang tidak singkat, sedangkan dari sisi materi pendidikan atau materi pelajaran sebenarnya sama saja. Untuk mengatasi hal ini, kami menilai perlunya kurikulum yang mandiri dan tidak bergantung secara penuh pada Kurikulum pemerintah. melainkan hanya mengambil substansi materi tiap pelajaran yang ingin ditanamkan pada siswa.

    Keuntungan terbesar dari kurikulum mandiri adalah :

    1. integritas vertikal kurikulum dengan sekolah, siswa, dan lingkungan yang lebih baik. Karena berasal dari satu sumber.

      Dalam dunia industri, sudah jamak bahwa produk yang dihasilkan dari satu perusahaan akan lebih solid dibanding produk yang diambil dari market yang terstandarisasi

    2. memungkinnya berlaku perbaikan yang berkesinambungan (continues improvement).

      Karena integrasi antara PDCA yang dapat dilakukan on site.

    3. Kedua menghemat biaya pendidikan terutama dari sisi pengadaan buku pendidikan.

      Sudah jamak terjadi di Indonesia pada masa lau istilah lungsuran, yaitu adik menggunakan buku-buku yang dulu digunakan oleh kakaknya, namun hal itu sudah jarang ditemui lagi. Karena pergantian kurikulum yang terus menerus, walaupun esensi materinya sama saja. Contoh India yang dikenal dengan pendidikan yang murah dan berkualitas (University of Bangalore peringkat 30 sedunia sedangkan yang terbaik di Indonesia UGM peringkat 378) biaya menamatkan kuliah S1 hanya 4,5 juta sedangkan S2 hanya 7 juta rupiah saja. Dan jamak terjadi disana mahasiswa membeli buku-buku bekas (bahkan sudah tidak ada sampulnya) untuk belajar, karena materinya masih relevan, dan kurikulum yang tidak selalu berubah.

    4. Memudahkan guru-guru untuk lebih fokus pada memperdalam ilmu yang diampuya, siswa yang dididiknya, dan cara menanamkan ilmu tersebut ke siswa, bukan berbagai hal tentang kurikulum baru.

    ilmu yang diampuya, siswa yang dididiknya, dan cara menanamkan ilmu tersebut ke siswa, bukan berbagai hal tentang kurikulum baru.