Iman

  1. Mengedepankan Iman daripada Al Quran :

    Yaitu membentuk karakter penuntut Ilmu yang beriman, hingga bergetar hati mereka jika mendengar nama Allah :

    إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

    Orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang apabila disebutkan nama Allah maka bergetarlah hati mereka. Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka bertambahlah keimanan mereka. Dan mereka hanya bertawakal kepada Rabb mereka.” (QS. Al-Anfal: 2)

    az-Zajaj mengatakan, “Maksudnya, apabila disebutkan tentang kebesaran dan kekuasaan-Nya dan ancaman hukuman yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang durhaka kepada-Nya maka hati mereka pun merasa takut.” (lihat Zaadul Masir, hal. 540)

    Imam Ibnu Katsir v menjelaskan maksud dari ungkapan ‘bergetarlah hati mereka’, kata beliau, “Yaitu mereka merasa takut kepada-Nya sehingga mereka pun melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang oleh-Nya.” (lihat Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [4/11])

    Hal Ini sesuai dengan metode pendidikan Nabi Muhammad n :

    قَالَ جُنْدُبْ بِنْ جُنَادَةِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: كَنَا مَعَ النَبِي صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ وَنَحْنُ فَتَيَانِ حَزَاوَرَةُ فَتَعَلَّمُنَا الْإِيْمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ثُمَّ تَعَلَّمَنَا الْقُرْآنَ فَازَدَدْنَا بِهِ إِيْمَانَا، وَأَنْتُمُ الْيَوْمَ تَعَلَّمُوْنَ الْقُرْآنَ قَبْلَ الْإِيْمَانَ. رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهِ وَصَحَّحُهُ الْأَلْبَانْي

    Jundub bin Junadah –radhiyallahu ‘anhu– berkata, “Kami telah bersama Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- ketika kami masih sangat muda. Kami mempelajari iman sebelum belajar al-Quran, kemudian barulah kami mempelajari al-Quran hingga bertambahlah keimanan kami karenanya.” (HR. Ibn Majah dan disahihkan oleh al-Albani)

    INIS mengedepankan pengajaran iman dan tauhid terutama tauhid rububiyah, agar anak anak sedari kecil sudah menyandarkan segala sesuatu kepada Allah. Kemudian Tauhid Uluhiyah sehingga anak anak meniatkan segala sesuatu untuk Allah. Kami berharap dengan pondasi iman yang kuat akan membentuk generasi yang mudah menerima kebenaran dan mengikutinya, tidak mudah putus asa atas ujian Allah, selalu diantara harap dan takut kepada Allah, tidak terbuai dengan dunia.

    Kemudian Keimanan kepada Malaikat, iman kepada Kitab, iman kepada Rosul dan sunnah nabi, imam kepada hari akhir, dan iman kepada qodho dan qodhar.