FAQ

Frequently Asked Question

  1. Q : Apakah Program Mosque Schooling diakui pemerintah?

    A : Ya, program Mosque Schooling sebenarnya hampir serupa dengan community home schooling, dalam sistem pendidikan nasional menurut UU no 20 tahun 2003 pasal 27 dimasukkan dalam Pendidikan Informal dimana negara memberikan kesempatan kepada keluarga maupun masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan sendiri dan akan diakui sama setelah peserta didik lulus ujian.

  2. Q : Mosque Schooling adalah program informal, bagaimana ijazahnya?

    A : Betul INIS manyelenggarakan program pendidikan Mosque Schooling yang bersifat informal sehingga tidak bisa mengeluarkan ijazah sendiri yang diakui pemerintah. Untuk itu kami selain mengeluarkan ijazah sekolah juga mengikutkan siswa ke program paket A.

  3. Q : mengapa INIS tidak membuat program SDIT sebagaimana sekolah Islam yang lain, sehingga bisa mengeluarkan ijazah sendiri?

    A : karena kami mengedepankan Ilmu dan manfaat, jika kami membentuk SDIT mau-tidak mau harus mengikuti kurikulum nasional plus kurikulum islam yang membuat beban belajar siswa menjadi besar. Selain itu ada beberapa hal yang menyelisihi syariat

  4. Q : Bukankah hal itu tidak mengapa karena darurat?

    A : Sebagian orang memang berkata demikian namun kami melihat hal ini belum kondisi darurat, karena pemerintah masih memberikan kesempatan yang lain (SDIT bukan satu-satunya jalan). Kalaupun benar hal ini masuk darurat maka harus dirinci, jika daruratnya karena ijazah, maka ijazah SD tidaklah darurat, ijazah yang dipakai adalah ijazah terakhir yaitu Ijazah pendidikan tinggi, jika mau dipanjangkan maka kami lihat hanya untuk SMA agar bisa masuk ke perguruan tinggi.

  5. Q : Bagaimana jika nanti teryata ada sekolah yang tidak mengakui atau tidak bisa melanjutkan?

    A :

  1. Pertama sebagai seorang muslim yang beriman dan bertauhid kepada Allah kita harus meyakini bahwa Allah akan memberikan jalan keluar, apalagi kita memilih hal ini karena Allah. Jika orang-orang non muslim bahkan orang-orang awam saja berani membuat danmenyekolahkan anaknya di home schooling demi pendidikan yang lebih baik dan lebih benar, maka kita yang meyakini akan ketauhidan Allah tidak berani?

  2. Kedua : kami mengadakan ujian paket

  3. Ketiga : kami membina hubungan yang baik dengan sekolah-sekolah Islam yang lain dan ikut tergabung dalam Asosiasi Sekolah Sunnah Indonesia (ASESI) sehingga siswa lulusan kami bisa melanjutkan studi di sekolah-sekolah tersebut, bukankah kita mengharapkan anak-anak kita nanti ke sekolah sunnah juga?

  4. Keempat : kami berusaha semoga kami bisa menyediakan sekolah dari SD hingga tingkat SMU, semoga Allah mudahkan

  5. Kelima : saat ini biasanya ada tes ujian masuk sekolah, jika mereka lulus sekolah tersebut biasanya tidak terlalu mempermasalahkan apakah ijazahnya paket atau resmi karena banyak sekolah Internasional maupun pesantren islam terkemuka yang berijazah paket, disebabkan untuk mengejar Ijazah yang diakui pihak luar negeri. Atau yang lain

  6. Keenam kami akan membantu memberikan surat pengantar kepada kepala sekolah tersebut.

  7. Ketujuh : Banyak yang sudah membuktikan diterima sekolah lanjutan bahkan di perguruan tinggi negeri ternama (UI dll) walau hanya berijazah paket.

  1. Q : bagaimana jika kita pindah sekolah dipertengahan jalan ?

    A : Ada beberapa Solusi :

  1. kami mengembangkan sistem modular dengan tujuan agar orangtua bisa membantu mengajarkan anaknya atau bahkan mengajarkan anaknya sendiri, sehingga nanti tinggal ikut bersama disetarakan di INIS

  2. kami bekerjasama dengan sekolah-sekolah sunnah yang lain, atau sekolah umum dengan membantu dengan memberikan surat pengantar

  3. Salah satu tujuan membentuk mosque schooling adalah agar dapat cepat mengembangkannya disetiap daerah, semoga nanti ditempat tersebut sudah atau dapat dikembangkan MS INIS atau MS / HS yang bekerjasama dengan INIS

  1. Q : Apa jaminan kualitas INIS kami melihat Fasilitasnya masih sangat sederhana/kurang?

    A : dalam Pendidikan untuk mencapat hasil yang berkualitas harus dilihat beberapa faktor dengan urutan sebagai berikut

    1. Manajemen yayasan dan sekolah : insyaAllah kami berusaha membentuk yayasan dan sekolah yang profesional dan amanah. Salah satunya dengan :

      1. Terbuka atas masukan dengan membuat grup-grup wa POMG agar masukan bisa cepat diserap dan ditindaklanjuti.

      2. Bekerjasama dengan POMG dalam menyelenggarakan program-program sekolah

      3. Rapat Rutin Pengurus Yayasan dan Sekolah, serta orangtua siswa

    2. Guru : Guru yang kuat dan amanah (profesional) dengan mengadakan pelatihan dan rapat guru setiap minggu 1 & 3

    3. siswa : membuat penjaringan siswa, pendistribusian siswa serta pemetaan bakat, kemampuan, dan minat siswa. Pemahaman atas karakter bawaan siswa, serta pencatatan perkembangan siswa secara kontinu

    4. Kurikulum : pembentukan tim litbang INIS yang terdiri dari berbagai pihak yang berkompeten

    5. Fasilitas : pemenuhan fasilitas-fasilitas primer, dan sekunder, pembentukan program dana bergulir dan divisi usaha yayasan.

    6. Lingkungan : bekerjasama dengan walimurid dan lingkungan untuk membentuk iklim belajar yang kondusif